Sore itu Anadolu Jet mendarat mulus di bandara Nevsehir Cappadocia Airport di kota Gulsehir setelah lebih kurang 1 jam penerbangan dari Sabiha Gokcen International Airport, Istanbul, Turki. Dari jendela pesawat cuaca masih terang dan cerah. Suami bangkit menurunkan bagasi kabin. Satu persatu penumpang turun dengan tangga manual menuju ruang tunggu bagasi. Keluar pesawat baru terasa udara dingin dan menusuk tulang. Saat itu suhu 6 derajat sangat dingin bagi saya yang tinggal di daerah tropis, walaupun sudah mengenakan pakaian musim dingin.
Bandara
Nevsehir kecil dan sederhana, tidak ada garbarata, tidak bersih dan tidak kotor.
Kami menunggu di ruang yang tidak begitu luas. Setelah semua bagasi lengkap,
kami bergerak keluar bandara menuju bis yang telah disiapkan. Bis melaju
perlahan meninggalkan bandara menuju Urgup, kota kecil yang merupakan tujuan
pertama wisata kami sebelum ke Goreme. Goreme merupakan tempat wisata
terpopuler Cappadocia selain Ihlara Valley, Selime, Guzelyurt, Uchisar, Avanos
dan Zelve. Daerah-daerah ini merupakan tempat wisata dengan ciri geologi,
budaya unik dan sejarah. Naik Balon adalah ciri khas wisata Goreme.
Perjalanan
ke Urgup mulus dan lancar, relative sepi lalu lintas kendaraan. Wilayahnya
kering dan tandus dengan bukit, gunung dan lembah batu yang unik dan artistik.
Menurut sejarahnya, formasi bebatuan ini terbentuk jutaan tahun lalu akibat
erupsi gunung-gunung berapi yang terus menerus. Banjir, hujan serta angin kencang
mengikis permukaannya selama ribuan tahun sehingga menghasilkan lapisan lapisan
batu yang aneh dan unik berupa cerobong peri atau “fairy chimney”.
Jelang
senja kami tiba di Fairy Chimney,
saling berebut foto mengabadikan
keunikannya. Batu-batu besar, tinggi menghujam langit, berbentuk cerobong,
jamur, kerucut dan bentuk-bantuk lainnya yang tidak lazim sungguh pemandangan
yang begitu surreal menjadi latar
belakang yang sangat menarik. Hari mulai gelap, lampu-lampu sudah nyala, kami
pun bergegas kembali ke bus melanjutkan perjalanan ke hotel tempat kami akan bermalam.
Yunak
Evleri Cave Hotel
Lampu
lampu telah menyala ketika kami tiba di Yunak Evleri Cave Hotel. Hotel unik dramatik
dalam gua batu. Membumbung diketinggian seperti sebuah amphitheater. Terdapat 2
buah pasad batu ukir di depan lobby kecil dengan furniture antik. Sebagian kami
duduk di luar atau di ruang sebelah. Udara malam makin dingin, jari jari saya
terasa nyeri. Setelah menerima kunci, saya dan suami segera ke kamar di lantai
2 dengan banyak anak tangga dan pegangan besi yang cukup melelahkan. Kami
melewati gerbang batu dengan pintu kayu besar kokoh ala benteng di film Spartan.
Ada teras pribadi dengan kursi tamu tua dan sebuah pot bunga. Dari teras
panorama malam Urgup sangat cantik disinari cahaya lampu, bulan dan bintang.
Kamarnya
cukup luas dengan plafond rendah. Nyaman dan bersih. Ada ranjang tua ukir ukuran
dobel, 2 buah lampu antik dikiri kanan ranjang, sebuah meja kerja lengkap
dengan kursi dan lampu, pemanas ruang, lemari kayu 3 pintu dengan hanger dan
laci, sebuah buffet berlaci banyak depan
ranjang tempat meletakkan minuman, makanan dan perlengkapan lain. Dekat dinding
kamar mandi ada 3 buah lilin besar yang biasa digunakan orang zaman dulu untuk
penerangan. Saya merasa tinggal di zaman flinstone
, dalam gua batu dengan penerangan alami walaupun listrik tetap disediakan. Di
sudut kamar terdapat kamar mandi dengan wastafel vintage berlantai marmar dengan sedikit sentuhan modern. Ada air
hangat dan dingin, perlengkapan mandi tertata rapi dipojok ruang.
Selesai
mandi kami dinner di resto hotel dengan menu khas Cappadocia. Saya hanya makan
keju dan telur, menu lain terasa aneh di lidah. Di luar udara makin dingin,. Saya
kembali ke kamar, beristirahat. tertidur pulas.
Naik
Balon
Sebelum
wake up morning call berbunyi saya
dan suami sudah bangun, berkemas untuk persiapan naik balon udara, Yeayyy… balon
udara !! wisata wajib yang tak boleh dilewatkan. Banyak cerita menarik dan
pemandangan cantik tentang balon udara Cappadocia. Saya berdoa semoga cuaca
cerah, balon dapat mengudara. Suami tidak ikut, trauma kedinginan saat di
salju. Jari jemarinyanya nyeri dan beku. Doi tak bisa membayangkan jika berada
di atas, di ruang terbuka, ambooiiii manatahan dinginnya..hahaha…berbeda dengan
saya yang over semangat dan memang tujuan utama ke sini untuk naik balon. Saya
mengabaikan kekhawatiran suami, yang penting naik balon, yuhuuyyy......
Pagi
itu semua telah siap. Saya menggunakan penghangat tangan dan kaki di sepatu dan
saku mantel. Suhu diperkirakan minus 1 derajat, makin ke atas makin dingin.
Tiket naik balon sebesar US$ 230/orang
atau TL 1.270 setara Rp. 3.220.000 dengan kurs 14.000,- untuk 50 menit
terbang. Tepat pukul 05.00 pagi 2 buah Van menjemput kami. Masing masing berisi
20 orang. Van melintas savana dan gurun Goreme, cukup jauh dari hotel. Semua penumpang
pulas selama perjalanan, kecuali saya dan supir yang melek.
Saat
kami tiba di lapangan luas terbuka hari masih remang-remang. 2 buah balon sudah
menunggu. Balonnya sangat besar. Setiap
balon terikat dengan keranjang yang dibagi 5 ruang. Tiap ruang maksimal 4 orang
untuk memudahkan gerak dan mengambil foto. Namun karena jumlah kami tanggung,
jadi tiap ruang diisi 5 orang. Sesak bagi yang berbody lebar. Pilot di ruang
tengah. Pilot balon juga mempunyai lisensi jam terbang. Ada sekolah khusus. Banyak
perusahaan balon disini. Balon kami dari Atmosfer’s Ballons, Amerika. Harganya
lebih mahal dibanding perusahaan lain, namun pertimbangan keamanan, harga bukan
masalah.
Setelah
persiapan selesai satu persatu kami memanjat keranjang. Agak sulit bagi lansia
dan yang pakai rok J. Pilot mengajarkan posisi landing dan take off. Saat landing tubuh menghadap ke dalam,
berpegang di lubang keranjang dengan posisi seperti orang duduk (squat) Sedangkan saat landing tubuh tegak memegang pinggiran
keranjang. Balon siap terbang, pilot menyalakan gas, terdapat percikan api,
kami merasa was-was, ternyata itu biasa
Perlahan
balon mengudara, smoooottth banget, nyaris tak berasa. Cuaca cerah, udara dingin,
tak ada guncangan. Terima kasih Tuhan !!. Tidak semua mendapat keberuntungan
begini. Saat cuaca tak bersahabat, wisatawan harus menunggu beberapa saat atau
beberapa hari atau setelah mengudara, tetiba mendarat darurat. Hal ini dilakukan
semata mata demi keselamatan karena ramalan cuaca hanya prediksi. Di lapangan
cuaca bisa berubah setiap saat. Alhamdulillah kami beruntung.
Bentang
alam Cappadocia, sungguh fantastis. Pemandangan dibawah terhampar sangat cantik
dan sangat sangat menakjubkan, sulit dideskripsikan dengan kata kata. Batu-batuan
dengan beragam bentuk yang unik, aneh, tak lazim ditimpa cahaya mentari pagi (sunrise) kian menakjubkan. Sungguh !! sangat
luar biasa, wonderfull world. Tanpa
terasa airmataku dan beberapa teman mengalir, bertakbir atas karunia Ilahi. Kami
sangat menikmati pemandangan menakjubkan ini. Terbang diatas bukit-bukit,
gunung-gunung batu bersama balon balon lain berwarna warni seperti saling
mengejar, Suamiku, dirimu menyesal tidak naik balon, hiks..hiks...
Setelah
50 menit mengudara perlahan balon mendarat. Kami sudah berada jauh dari tempat take off. Mobil pick up yang tadi membawa balon terus mengikuti kemana balon
mendarat. Perlahan keranjang didaratkan
di atas pick up, balon dikempiskan dilanjutkan
pesta wine. Petugas darat menyiapkan meja lipat beserta gelas kaki dan 2 botol
minuman anggur. Pilot mengocok anggur dan membuka tutup botolnya. Memancar air
anggur layaknya pesta kemenangan Valentino Rossi. Kami bersorak, melompat dan
bertepuk tangan. Pilot menuangkan sedikit anggur ke masing masing gelas untuk
menghangatkan badan. Saya hanya mencicip diujang lidah, rasanya aneh. Kemudian
Pilot membagikan sertifikat balon. Ohh rupanya ada sertifikat juga seperti
ijazah diploma.
Setelah
foto bersama kami kembali ke Van masing masing balik ke hotel untuk breakfast,
check out dan melanjutkan ke lokasi wisata yang lain. Masih ada beberapa tempat
yang belum dikunjungi. Datanglah ke Cappadocia, naik balon !, tidak menyesal
deh!!. Salam.
#Indotraveller
#kompasnusantara
#travelling
#wisata
#liburan
#Indotraveller
#kompasnusantara
#travelling
#wisata
#liburan





















